PENGARUH BUDAYA BARAT TERHADAP REMAJA MUSLIM

Posted: 20 Juni 2011 in Artikel

“Tiada hari paling indah masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah kisah kasih di SMA….” Kayaknya kutipan syair lagu tersebut telah diaminkan sebagian besar remaja kita hari ini, coba kita lihat jalan-jalan kalo sere hari, di depot-depot, atau ditaman-taman kota, sangat begitu mudah kita temukan pasangan remaja (cowo-cewe) sedang asyik berduaan, seakan dunia milik dia berdua (kita pada dikemanain ya) mereka nggak peduli lagi orang yang lalu-lalang yang terkadang risih melihat aktivitas mereka.

Dan hal ini diperparah oleh sebagian orang tua, guru dan masyarakat, yang seakan ngedukung aktivitas mereka ini, “aah, itu kan biasaa, namanya juga ABG”. Nah asal mereka itu ABG seolah-olah hal-hal yang bertentangan dengan agama dan kelewat batas itu dianggap biasa dan wajar.

Sebagian remaja juga ada yang berprinsip bahwa berteman itu dengan siapa saja dan yang penting bisa menjaga diri. Tapi pada kenyataannya, sebut saja shella, siswa kelas 2 SMU swasta di Jakarta akhirnya harus meratapi masa depannya yang kelabu. Bagaimana tidak orang selama ini sudah dianggap sebagai ‘adik’ telah merusak kesuciannya. Kejadiannya, ketika Shella punya masalah berat dengan orang tuanya, pada saat itulah Alex (nama samaran) datang menawarkan obat yang dapat menghilangkan stress. Karena sudah percaya, ia menerima tawaran tersebut dan meminum dua butir sekaligus, dan ternyata adalah pil BK dan tak lama kemudian iapun tak sadarkan diri. Pada saat itulah Alex sang penakluk dengan mudah menggahi Shella dan ahkirnya bla…bla…

Nah begitulah ketika remaja udah terjangkit virus mematikan, yakni virus 4 F yang emang sengaja dirancang oleh musuh-musuh islam (yahudi en nasrani) untuk menghancurkan generasi muslim, agar mereka tidak lagi memilki kepribadian islam lagi. So, agar kalian tidak terjangkit virus berbahaya ini, jangan kemana-mana kalian kudu tetap nongrong disitu dan baca tulisan ini.

Food (makanan)

Jurus pertama ini mereka gunakan untuk menghancurkan kaum muslimin, melalui product makanan en minuman. Gimana caranya ya? Gini lho, kalian tahu kan bahwa negeri ini adalah penghuni muslimnya yang paling banyak, kalo dalam bahasa bisnis pangsa pasar yang besar, bisa menjadi peluang untuk meraih keuntungan yang besar pula. Lalu mereka buatlah product2 ala barat dan mereka coba pasarkan melalui infor. Tapi kita kudu tahu bahwa dari upaya ini mereka lakukan ini memilik target ganda, artinya selain keuntungan pinansial (materi) tadi, mereka juga punya target besar lho!, What? ya, mereka sengaja memberikan campuran zat-zat yang haram kedalamnya, masih ingatkan dulu kasus penyedap makanan Ajinomoto.

Target lain yang tidak kalah pentingnya adalah agar para remaja muslim lebih mencintai product mereka dari pada product dalam negeri. Tapi yang jelas yang kudu kita harus tahu juga bahwa dari laba hasil penjualan mereka tuh, sebagian disisihkan untuk dakwah di GEREJA, yang punya program kristenisasi (mengkristenkan saudara kita yang lemah ekonomi dan iman).

Oleh karena itu kita kudu selektif dalam belanja, cari tahu dan hindari ngeborong product mereka, misal KFC , mizoon, napza, rokok de el el, mari kita cintai product dalam negeri kita, jangan hanya dengan dalih modern, gaul de el el, kita rela menceburkan diri kepada hal-hal yang dimurkai Allah SWT.

Fashion (pakaian dan mode)

Jurus kedua ini tiada lain adalah berhubungan erat dengan aksi pornografi dan pornoaksi.  Yakni cara berpakaian wanita yang menantang dengan semboyan bupati (buka paha tinggi2), bus sekwilda (busungkan sekitar wilayah dada), model pakai seperti rook mini, yuo can see, levis, kudung gaul ala artis, semua ini berasal dari (barat) yang tentunya bertentangan dengan ajaran agama kita.

Dulu remaja masih sungkan menerima model ini, hanya sebagian kecil remaja yang mau berpakaian ala you can see (kamu dapat melihat saya), tetapi karena disuguhkan terus menerus melalui media cetak dan elektronik, akhirnya mereka merasa akrab dan merasa bangga dengan menjadikannya sebagai sesuatu tern baru yang kudu dilestarikan dan ditingkatkan menjadi pakaian ala yuo can try (kamu dapat mencoba saya). Parahnya nih! siapa yang tidak mengikuti tren ini secara otomatis mereka kucilkan, dicap sebagai remaja kolot, enggak gaul, ketinggalan jaman. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin terjebak dalam virus ini khususnya para wanita, dengan dalih modern dan gaya para remaja telah menjadikannya sebagai tren yang kudu dibanggakan dan dilestarikan. Mereka tidak lagi merasa berdosa membuka aurat ditengah-tengah kehidupan umum.

Bahkan para remaja kita berlomba untuk menjadi model, artis, bintang, pemandu acara (presenter) untuk ’mendakwahkan’ fashion ini. Dengan pakaian menantang mereka kemudian rela berdesak-desakan bahkan antri selama 24 jam hanya untuk ngedaptar jadi peserta calon bintang AFI, KDI de el el.  Sebaliknya mereka mengatakan busana islam (jilbab plus kerudung) adalah busana jaman unta, nggak bebas, nggak gaul, humap, pakaian teroris,  de el el.

Funk (kesenangan)

Funk alias hura-hura dalam mencari kesenangan dunia, adalah jurus yang tidak kalah ampuhnya untuk digunakan menjauhkan generasi muda dari islam. Seperti misalnya : konser musik, olahraga, game, film, de el el. Bagi remaja yang udah kadung jatuh cinta funk ini akan terlena dan dimabuk asmara alias kecanduan. Coba lihat mereka rela berdesak desakan bahkan ada yang sampe mati terinjak-injak, hanya untuk sekedar berjumpa idola dalam suatu konser musik, mereka rela bangun tengah malam bukan untuk tahajjud melainkan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya.

Mereka sangat ngerti dan bisa menjelaskan berjam-jam, tentang kapan, dimana, dan bagimana tentang mahkluk funk ini, akan tetapi sebaliknya ketika diajak berbicara tentang akhirat, apalagi kalo bicara peradaban islam mereka pasti terbata-bata, kaga nyambung, enggak ada sinyal dan bahkan tulalit. (kacian deh lhu…)

Eh ada satu lagi nich ya, hampir lupa, yakni tentang pramuka. Ini juga ada unsur funknya lho!, masa! La iya lah. Itukan dari mereka juga (barat), Coba deh lihat program atau acaranya dikemas sedemikian rupa sehingga bisa melalaikan para remaja. Gimana bisa!, gini lho! biasanya anak pramuka tuh kumpul dan bikin acara jam 03.00 ampe jam 06 sore, kapan sholat asharnya ya?, ada acara  gelar senja segala (tu kan pas mau magrib), acara kemping yang jauh dari tempat air atau tempat sholat, bakar api unggun tengah malam (eh subuhnya melandau). Ko ngerti ya, la iyalah bapakan dulu juga sempat jadi pembina pramuka (masih sekuler sih). Bahkan pernah juga lho waktu skul jadi pasukan PASKIBRA Kabupaten, nggak tanggung-tanggung jadi penggerek bendera lagi.

Fredoom (kebebasan)

Yakni paham kebebasan berpikir, bertindak en berekspresi dengan dalih HAM. Bagi mereka yang sudah tertular virus ini memiliki prinsip ’mumpung masih hidup nikmatilah’ atau ’hidup ini adalah kebebasan’ maka mereka akan berprikaku bebas sebagai layaknya binatang. Misalnya : valentine, pacaran, pre sex, ulang tahun, de el el. Seperti pacaran misalnya, betapa banyak remaja yang terjebak dalam aktivitas ini, mereka habiskan masa remaja dengan aktivitas yang di haramkan ini, akibatnya apa? Muncullah prilaku 2 yang tidak bertanggung jawab, mereka hamil padahal belum siap untuk menikah, lalu ambil jalan pintas, yakni aborsi, gonta ganti pasangan akhirnya terlutar penyakit AIDS yang sampai sekarang belum ditemukan valsinnya, terbukti dari hasil survei bahwa 6 remaja di dunia terjangkit virus HIV dalam setiap menitnya. Nauzubillah!

Gimana caranya menghindari virus 4 F ini, ikuti bahasan berikutnya. Wallahu a’lam.[ah]

 

Komentar
  1. Anonymous mengatakan:

    lpas ny msukkan pengaruh budaya luar dari aspek fikrah,pergaulan,dan muzik….:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s