SATU CIUMAN SEJUTA BAHAYANYA

Posted: 30 November 2008 in Artikel
Tag:

Ciuman adalah bumbu dalam pacaran remaja.

Tapi, ngeh nggak sih kamu dari ancaman di balik aksi itu?

Selain Dosa, juga membahayakan kesehatan, Lho!

Bagi para aktivis pacaran, tanpa cuiman ibarat sayur tanpa garam, bahkan sebagian orang menganggap, bahwa ciuman itu adalah bagian budaya kita di era globalisasi yang kudu dilestarikan. Ciuman adalah salah satu cirri dalam kehidupan modern. Yang tidak ciuman, dibilang kuno bin kolot, nggak laku, bahkan ketinggalan jaman.

Coba saja amati, saat peresmian suatu acara atau bangunan, atau penganugrahan satu penghargaan atau pemenang lomba, bisa kita lihat ciuman ini selalu mengiringi ucapan selamat. Yang ngerjain nggak cuma kalangan selebritis, tapi para pejabat juga mengamalkannya. Kalu dulu ciuman hanya antara wanita, maka sekarang antar lain jenispun menjadi hal yang biasa, dan dipublikasikan secara terbuka. Nggak heran kalo di televisi, apalagi di film, adegan ciuman pasti ditemui dan jadi kebiasaan, layaknya tegur sapa bila bertemu dengan kenalan. Yah, begitulah kenyataan yang ada di sekitar kita. Ciuman bukanlah hal yang tabu, tapi sudah menjadi tradisi dan merakyat, sehigga bisa kita temui dimana saja dan kapan saja. Tidak hanya diadegan televisi, tapi juga di tempat-tempat umum.

Nah, sobat CeMuT bener nggak sih kalo kita anggap aktivitas ciuman itu sah-sah saja, bumbu penyedap pergaulan? Mau tahu jawabannya? Jangan kemana-mana terus tongkrongin dan jangan lewatkan bahasan berikut ini. OK!

Sejute rasanye,

Sejute resikonye!

Ketika seseorang berciuman, maka bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas ini adalah wajah dan rongga mulut, mulai dari hidung bibir dan juga rongga dalam mulut. Nah, mulut punya kedudukan khusus berkaitan dengan masalah ksehatan. Salah satu hal yang kudu diwaspadai dari mulut adalah predikat mulut sebagai port d’entre, alias pintu masuk. Buat siapa? Buat kuman, man! Gampangnya, mulut inilah yang menjadi sarana lalu lintas kuman (keluar masuknya kuman).

Demikian juga halnya hidung. Udara yang keluar masuk hidung, bisa menjadi kendaraan bagi kuman untuk berkelana ke dalam tubuh. Ada kuman-kuman tertentu yang punya singgasana di rongga mulut (mukosa) atau di air ludah (saliva), yang akan terjumping keluar ketika bersin atau batuk. Ada juga kuman yang berada di saluran pernapasan, yang bisa terlontar keluar melalui udara pernapasan. Jadi kalau deket-deketan, gampang deh kuman tersebut berimigrasi ke luar tubuh.

Bila terjadi ciuman, maka sangat dimungkinkan terjadinya transfer kuman, dari mulut dan hidung yang satu ke mulut dan hidung pasangannya. Boleh jadi, yang terjadi adalah kuman saling berpindah tempat. Bila ada kuman yang masuk ke dalam tubuh seseorang, maka terjadi resiko untuk terjangkit penyakit tertentu. Coba bayangkan jika ternyata pasangan yang berciuman tadi mengidap berbagai macam penyakit yang bisa ditularkan melalui mulut dan hidung. Pasangannya akan tertular penyakit yang dideritanya. Lebih jauh lagi pasangannya akan mengidap penyakit yang ditularkan tadi. Nah, masih percaya ciuman itu sehat?

Lagian, siapa yang bisa menjamin bahwa pasangan kita benar-benar sehat dan tidak mengidap suatu penyakit? Perlu diketahui, banyak orang yang nampak sehat, tapi ternyata penuh kuman. Di dalam ilmu kesehatan ada orang yang yang dikenal sebagai carier alias pembawa penyakit. Si carier ini secara fisik dia sehat, tidak menampakkan gejala-gejala penyakit, dia juga tidak mempunyai keluhan-keluhan tertentu. Tetapi dengan pemeriksaan laboratorium, dapat diketahui bahwa sebenarnya dia mengidap penyakit tertentu dan masih ada kuman yang bersarang di dalam tubuhnya. Barangkali kamu pernah punya teman yang nampaknya sehat-sehat saja, tapi pas diperiksa di laboratorium baru ketahuan, ternyata dia mengidap satu penyakit tertentu. Coba, bagaimana kalau pasangan yang pacaran adalah pembawa penyakit tertentu, masihkah berani bilang aman?

Ada banyak penyakit yang bisa ditularkan melalui mulut dan hidung. Mulai yang ringan seperti flu, hingga penyakit masa kini yang belum ditemukan obatnya, yaitu AIDS. Di antara penyakit-penyakit tersebut adalah : Herpes Simpleks Labialis (infeksi oleh virus herpes yang menyerang bibir); TBC (batuk darah, penyakit yang menyerang paru-paru); Hepatitis (radang hati atau penyakit kuning); AIDS (penyakit yang ditandai dengan penurunan kekebalan tubuh).

Apa tidak syerem? Bayangkan kalau kalian tidak menyadari ada kuman yang masuk ke dalam tubuh kalian dan tertular penyakit tertentu. Aduh jangan sampai deh. Jadi ingat, bahwa ciuman itu banyak resikonya…. (ada sih ciuman yang nggak resikonya, mau tahu? cimuan ama bibir tembok. he…he…).

Islam dan Ciuman

Dari uraian di atas, kita bisa menilai risiko berciuman. Bahwa ternyata, ada yang siap menanti di belakang hari. Itu baru dari sudut kesehatan. Ada aspek lain yang lebih utama dan kudu menjadi pertimbagan. Malah inilah yang harus dijadikan sebagai standar dalam menentukan sesuatu. Apa itu? Pandangan islam terhadap suatu masalah tertentu, dalam hal ini adalah ciuman. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus cermat dalam menilai suatu perbuatan yang akan kita lakukan. Karena dalam islam segala aktivitas harus didasarkan pada aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh sang khaliq yaitu Allah Swt. Supaya kita tidak salah melangkah dan menentukan sikap.

Islam sudah memiliki aturan tentang pergaulan antar manusia yang berjenis laki-laki dan perempuan. Kalau kamu sedang melaju di jalan raya mengendarai sepeda motor misalnya, kamu harus memperhatikan aturan lalu lintas supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, juga agar tidak kena tilang polisi. Demikian juga perjalananmu dalam pergaulan dengan teman sebayamu. Dalam al-Quran surat al-isra ayat 32 Allah Swt berfirman yang artinya : ”janganlah kamu mendekati zina…..”.

Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya. Itu barangkali yang bisa kita tangkap dari peringatan Allah Swt. Dengan kata lain, hal-hal atau aktivitas yang mendekatkan atau bisa menjerumuskan, atau menggoda kita ke arah zina adalah juga terlarang alias haram, termasuk aktivitas ciuman tadi. Islam telah mengatur bagaimana laki-laki dan perempuan menjaga pergaulannya. Mereka harus saling menundukkan padangan, tidak boleh berdua-duaan tanpa mahram.

Nah sobat CeMuT, sekarang sudah jelas kan? Kalau ingin sehat dan selamat dunia akhirat, tinggalkan aktivitas pacaran, apalagi ciuman. Mari hidup indah sesuai dengan syariat Allah Swt. Karena kelak semua perbuatan, perkataan, akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt.

Wallahu a’lam. [ ]

Komentar
  1. ksicemut mengatakan:

    hai salam jumpa

  2. kyai domi mengatakan:

    good…good…good
    teruskan perjuangan elu2 smua

  3. GhazaLi mengatakan:

    lho!

    lha yg bikin membahayakan kesehatan mana??

    yg bikin itu dosa mananya?

    bulm jelas ni dalilnya…

    perjelas dulu dunk baru di publikasikan..

    eZzzz…

  4. Masdilla mengatakan:

    yUph bener…

    tpi ngomong2 penuis sndri gmna?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s