Meraih Kemuliaan

Posted: 5 Desember 2008 in Artikel
Tag:,

Tiada kemuliaan tanpa islam,

Tak sempurna islam tanpa syariah,

Tak ‘kan tegak syariah tanpa daulah,

Daulah khilafah rasyidah.

(Shotul Khilafah)

Yup, kutipan lagu di atas isinya bener lho!. Apapun emang nggak akan mulia klo anggak dengan islam, en islam itu hanya akan tinggal namanya (kulitnya) doang kalo syariah (aturan Allah) tidak diterapkan. Menerapkan syariah nggak bakalan bisa tanpa adanya negara yang berkepemimpinan islam, yakni khilafah. khilafahlah nanti yang akan menerapkan aturan yang mengikuti al-quran en as-sunnah. Yang akan mengembalikan kemuliaan islam seperti tempo dulu. InsyaAllah dalam waktu dekat akan kembali tegak kalo kita semua berjuang tuk mengembalikannya.

BTW, … tentang kemuliaan nih, ada satu cerita yang bisa q-ta jadikan pelajaran. Moga aja sih!. Begini, dulu ada seorang pemuda yang berasal dari keluarga bangsawan, kayaraya, cakep abis, parlente en cerdas lagi. Saking topnya nih, (ya, kaya bintang filmlah). Dikampungnya (Makkah) semua Cewe’ tidak ada yang nggak kenal dengan si doski yang satu ini, pokoknya keren abis deh!. Namanya adalah Mush’ab bin Umair.

Eh,… tapi anehnya sobat, saat ia mendengar perihal islam. Ia pun rela meninggalkan kehidupan gemerlapnya bahkan berpisah dgn ortunya. Ia pilih berada disisi baginda Rasullullah sembari mendakwahkan islam. Dengan hidup sederhana dan serba pas-pasan. Bahkan yang paling menyedihkan di saat beliau syahid di medan pertempuran, kain bajunya (jubahnya) tidak cukup tuk menutupi tubuhnya secara sempurna. Jika ditarik ke atas, lututnya tersingkap dan jika ditarik kebawah kepalanya yang terbuka, para sahabatpun meneteskan airmata melihat hal ini, karena membayangkan dulu bagaimana kehidupan Mush’ab bin Umair yang penuh dengan kemewahan. Kalian juga kudu tahu bahwa Mush’ab bin Umair lah yang pertama kali mendakwahkan islam di Madinah, yang kemudian berhasil membuka jalan dakwah dan akhirnya tegaklah daulah islam di Madinah al Munawwarah.

Yang menjadi pertanyaan nih, mengapa Mush’ab bin Umair mau melakukan semua itu? Adakah islam lebih mulia ketimbang segala yang pernah dimilikinya dulu? Untuk menjawab semua itu, yuks baca sampe tuntas!

Mulia dengan Islam

Mulia. Siapa sih yang nggak pengen jadi orang mulia? Gak ada! But, saat ini q-ta kadang keliru mengartikan sebuah kemuliaan. Orang yang mulia itu misalnya diartikan dengan orang yang mempunyai harta yang buanyak, ato punya jabatan yang tinggi (kaya langit). Dengan kata lain, tolak ukur kemuliaan cenderung dikaitkan dengan segala sesuatu yang bersifat materi. Apa emang benar begitu?

Apakah temen2 q-ta yang pergi ke skul dengan antar jemput pake mobil lebih mulia dari pada q-ta2 yang jalan kaki ato pake sepeda butut? Ato cewe’ yang cantik, yang kulitnya mulus, hidung mancung, bodi langsing kaya biola lebih mulia dari cewe’ yang wajahnya pas-pasan, kulit hitam latat (abis kebakaran kali) en bodi semampai (semeter nggak sampai)?. Nggak selalu gitchu kan?! Bukankah orang yang berlimpah harta namun didapat dari hasil korupsi lebih mulia dari pada orang yang sederhana yang mendapatkan harta dari peluh keringat sendiri. Dan bukankah cewe’ yang katanya cantik tapi kemana2 pake baju yuo can see ato baju yang keteknya bolong lebih mulia dari cewe’ cekak (pas-pasan) tapi mengenakan jilker (jilbab en kerudung). Betul nggak!

Makanya sobat, q-ta kudu ubah persepsi kita gimana mengukur suatu kemuliaan. Tentu ukurannya bukanlah harta, kedudukan, apalagi wajah doang. Tapi, sejauhmana ketaatan q-ta kepada aturan Allah (syariat Allah). Emang sih saat ini, kalo q-ta mau buka mata en telinga pasti akan memahami bahwa manusia dimuka bumi ini kbanyakan nggak taat. Sama halnya ketika islam belum datang ato ngutip ungkapan ustadz Haris ‘saat ini q-ta telah memasuki jaman jahiliyah modern’. Buktinya kalo kini wanita rame2 buka auratnya, dulu juga begitu. Kalo dulu orang doyan minum khamr (arak), sekarang khamrnya berubah bentuk aja menjadi bir, sabu2, narkotika, ato distro (yang trend dikonsumsi anak2 pelajar). Di jaman jahiliyah kalo ada bayi perempuan yang lahir dibunuh karena malu. Skarang lebih ganas lagi, belum lagi tahu jenis kelaminnya udah dibunuh (lihat proses aborsi). Kalo dulu manusianya pada nyembah patung, sekarang yang disembah adalah patung modern (semacam penghargaan) pada acara entertainment seperti Amy word, miss univers, Indonesian Idool, dan sejenisnya. Ya kan! Inilah sederet bukti bahwa kini q-ta telah memasuki abad baru yakni masa jahilyah modern.

Kalo dulu islamlah yang mengubah masyarakat menjadi masyarakat yang bermartabat. Maka sekarang ini islam pulalah yang akan mampu mengembalikan masyarakat yang rusak ini, dengan menjadikan islam sebagai sistem hidup (aturan hidup) bahasa kerennya ‘way of life’ dalam berbangsa dan bernegara. Artinya, selama negeri q-ta menggunakan sistem kufur (sekuler ala Amerika), nggak bakalan pernah q-ta menikmati kemuliaan islam.

What? Rusak! Aduh…. baru tahu en nyadar ya guys. Makanya buka mata en telinga donk! Jangan gunainnya cuma tuk mengatahui mode, fashion, lagu2 terbaru, makanan yang enak2, hp generasi baru, dengar gosip seleb ter-hot, (What? Hari gini masih denger gituan, capek deeh!!). Gimana mau jadi orang mulia, kalo isi kepalanya nggak ada yang bermutu, cuman yang begituan!. Kapan ya?, mau mikirin gimana nasib diakhirat kelak? Ato kapan mau peduli dengan saudara2 kita di peletina yang saban hari dibantai oleh kapir penjajah?

Gimana caranya agar cewe’ yang ngakunya muslim mau nutup aurat? Ato gimana caranya agar di skul kita nggak ada lagi remaja yang pacaran?. Ato mikirin gimana caranya islam bisa bangkit tuk nguasain dunia sperti tempo dulu? Padahal kata kenjeng nabi “belum sempurna keimanan seseorang kalo diwaktu pagi dia bangun tidur tidak memikirkan urusan ummat”, q-ta nggak mau kan dikatain nggak beriman?

Lalu gimana dong islam bisa menjadikan q-ta mulia? Begini sobat, kalo kita ibaratin negeri ini adalah sebuah kapal menuju suatu tujuan. Pertanyaannya? Apakah cukup kita cuma ngandalin nakhoda yang handal? tanpa pernah mau lihat kondisi kapalnya yang bocor disana sini. Tentu tidak kan! Walaupun nakhodanya hebat bisa jadi ditengah laut kapal akan karam. Maksudnya apa? begini, nakhoda itu adalah pemimpin dan kapalnya adalah sistem yang digunakan. Tentunya keliru dong orang cuma sibuk ganti nakhoda (pemilu saban 5 tahun) tanpa pernah mau pikirin tuk ngeganti kapalnya (sistemnya). Karena walaupun gimana hebatnya nakhoda kalo tidak didukung oleh kapal yang baik niscaya kapal tidak akan pernah sampe ketujuan. Artinya, q-ta bisa mulia kalo nakhoda kapal bertaqwa (hanya takut pada Allah bukan takut ama Bush) serta menggunakan kapal yang sempurna, yakni kapal yang berasal dari maha sempurna pula, yakni Allah Swt. Nama kapal tersebut tiada lain ‘Khilafah Islamiyah’ dengan mesinnya adalah ‘Syariat Islam’. Kapal Inilah yang dulu pernah menjadikan umatnya mulia, yang kini tengah dibangun oleh pejuangnya diseluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Semoga aja cepat clear agar q-ta semua bisa menjadi penumpangnya. Amin!

Makanya sobat, nggak usah bingung kenapa sekarang mau lanjutin skol susahnya bukan main, biayanya mahal. Berobat kerumah sakit biayanya selangit, ‘orang miskin dilarang sakit’, tega amat ya! Cari kerjaan sulitnya minta ampun, sehingga bnyk remaja pilihannya adalah jadi preman. Ini semua semua adalah cengkraman kapitalisme global yang emang udah direncanakan barat tuk membuat q-ta semakin melarat. Padahal dalam khilafah islam, pendidikan en kesehatan itu gratis dan berkwalitas. Dan udah tanggung jawab khalifah (pemerintah) tuk mensejahterakan umatnya dgn membuka lapangan kerja selebar-lebarnya. Coba kita lihat dijaman khalifah Umar bin Abdul Aziz, sampe2 nggak ada yang mo nerima zakat, nggak ada pemuda yg kesulitan mnikah gara-gara nggak ada duit, mereka semua punya pkerjaan. Karena emang udah disediakan oleh sang khalifah. Gmn dengan sekarang ini? Jauhh deh!

Sebenarnya sobat, q-ta kudu bersyukur kepada Allah yang telah memberikan negeri kepada q-ta yang kaya akan SDA. Sebut aja misalnya Papua, q-ta sering denger bahwa di sana ada perusahaan besar milik USA, yakni PT. Fryfood. Tercatat bahwa di sana adalah penghasil emas terbesar di dunia, belum lagi tembaga dan uraniumnya. Sebagai gambaran penghasilannya kalo dibagi rata pada setiap penduduk Indonesia akan mendapatkan satu mobil kijang setiap tahunnya (wauw … luar biasa bukan!). ya, kalo dirumah kita punya satu saudara ditambah nyokap dan bokap, artinya kita punya 4 mobil kijang dalam setahun. Lalu kemana kijang2 tadi?. Ya ke USA sono. Makanya sekarang ini di sana wajar kalo tuk penjagaan saja langsung dikirim dari USA (tentara ARMY), nggak boleh sembarang masuk ke wilayah tersebut. Itu baru satu perusahaan sobat, belum lagi yang lainya.

Jadi sebenarnya bukannya pemerintah tidak mampu tuk ngasih pendidikan en kesehatan gratis, ato ngasih gaji yang tinggi bagi para pegawai, ato juga beri duit kepada q-ta2 tuk modal usaha. Masalahnya cuman satu, yakni cara (sistemnya) aja yang salah pake. Coba pake khilafah ala Rasul bukan pake sekuler ala Amerika. Insya Allah negeri ini menjadi mulia karena akan mampu mensejahterakan penduduknya, baik muslim maupun yang non muslim. Gitcu friend!

Sobat, sebenarnya keimanan kepada Allah en Rasulnya, mestinya menjadikan para pemimpin negeri ini ato para politikusnya menjadi takut akan peringatan Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Saw ‘Tidak beriman seseorang sehingga hawa nafsunya (keinginannya) disesuaikan dengan apa yang telah didatangkan bersama aku (yaitu hukum2 islam)’.

Jadi yang kudu q-ta pahami sekali lagi bahwa ukuran kemuliaan tidaklah terletak pada banyaknya harta, kedudukan, apalagi penampilan fisik seseorang. Akan tetapi sejauhmana ketaqwaan q-ta kepada Allah Swt. Misalnya q-ta sebagai pelajar, belajar sungguh-2 dan jujur saat ujian jauh lebih mulia di mata Allah ketimbang temen q-ta yang halalin segala cara tuk dapatin nilai yang tinggi. Ato q-ta sebagai cewe’ yang ikhlas pake jilker (jilbab en kerudung) jauh lebih mulia daripada cewe’ kesana kemari pake Jeans ato rook mini. Ato nyampaiin kebenaran islam jauh lebih baik daripada ngerumpi (ngaro ngidul) bicarain yang nggak bermutu. Sebagaimana firman Allah Swt : ‘Dan Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? “(TQS. al Fushilat : 33).

So, kalo q-ta pengen meraih medali ‘kemuliaan’ seperti sahabat Mush’ab bin Umair, jalannya hanya satu yaitu berpegang teguh pada islam dengan cara mengkaji ilmunya sekarang juga (mumpung masih muda). Kemudian bergabung dalam memperjuangkan kebangkitan islam, yakni kembali nya khilafah ala Rasul. Sehingga islam bukan hanya menjadi agama ritual ato seremonial belaka (kaya saat ini), akan tetapi sungguh menjadi jalan hidup seluruh umat manusia. Begitulah islam seharusnya, agar bisa kembali menjadi rahmat seluruh alam. Allahu Akbar !!! [Buletin CeMuT edisi 11 Nopember 2007]

Komentar
  1. M. Saidul Hudari mengatakan:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Yo the point aja ya pak. . . .! ! !
    Pak Haris, , , , bisa gak acara KSI di pindah dari hari jumat ke hari sabtu. . . . ! ? ? Coz hari jumatkan aq les di Primagama . . . ! ! ! ? Tapikan ada juga kegiatan hari sabtu itu untuk cewek2 za. . . jadi bisakan di pindah waktunya untuk KSI . . . . ! ! Please ya Pak soalnya aq mo ikutan lagi. . . . ! ! ! ? Tolong jawab di alamat ini:
    i-doel@kita.com
    Wassalam. . . .

    Wassalam. Makasih atensinya..
    mengenai pemindahan jadwal, tuk sementara belum bisa…
    kalo hari sabtu bpk juga ada ngisi pengajian.
    jadi idul kudu bersabar, and yang penting tetap semangat tuk ngaji islam secara kaffah…
    tuk sementara idul bisa mengkaji dengan baca buku-buku atau informasi islam, kalo ada masalah boleh ja curhat langsung via sms
    ke no 08115007247
    Moga istiqomah dalam islam
    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s