Awas Virus 4 F

Posted: 21 Juni 2011 in Artikel

Masih ingat kan apa itu virus 4 F? (Kalo nggak ni bapak kasih bocoran), 4 F itu adalah singkatan dari Food (makanan), Fashion (pakaian/mode), Funk (kesenangan /dugem) dan Fredoom (kebebasan).  Ini adalah 4 jurus yang mereka gunakan (barat) untuk menghancurkan generasi muslim melalui pemikiran dan budaya. Gitzu man … (udah nyambung kan sekarang).

Baik, kali ini kita akan coba ngebahas bagaimana cara agar kita dapat menangkal atau menghindari serangan virus mematikan ini, yang memang sengaja dirancang oleh Barat. Tapi kudu kalian pahami bahwa gejala virus ini sulit dideteksi oleh alat secanggih apapun, karena yang diserang adalah pikiran, beda dengan virus HIV AIDS yang diserang adalah sel-sel darah, itukan masih bisa dideteksi ( itupun setelah 3 tahun tertular). So, langkah pertama, kita harus bisa mendiagnosa pasiennya (kaya dokter aja) apakah udah bener-2 udah tertular virus tersebut, kemudian baru diberikan obat yang tepat atau terapi penyembuhannya.

Gejalanya?

Jurus satu-satunya untuk mendeteksi seseorang yang udah tertular virus ini adalah dengan melihat “syakhshiyah” (kepribadiannya) yakni bagaimana pola pikir dan pola sikapnya (masih ingatkan kajian kita ), tentunya dengan syarat yang mendiagnosa atau yang akan mengobatinya ber “syakhshiyah Islamiyah” (berkepribadian Islam).

Remaja yang memiliki pola pikir (pandangan hidup) bahwa hidup ini hanya untuk bersenang-senang, hura-hura, hidup tuh kudu bebas nentuin apa yang kita inginkan, mereka pikir dia diciptakan didunia ini hanya untuk bersenang-senang menuruti hawa nafsu, istilah gaulnya adalah SEKULER, maksudnya adalah mereka memisahkan agama dari aturan kehidupannya baik secara pribadi, bermasyarakat maupun bernegara, mereka tidak tahu apa-apa tentang ajaran islam dan pandangan mereka sangat sempit dalam memandang islam, bahkan islam  hanya dipandang hanya sebagai agama ritual (sholat, zikir, atau puasa doang, yah paling tinggi pergi hajilah), islam mereka jauhkan dari urusan ekonomi, politik, pendidikan, hukum, budaya  de el el.

Sedangkan pada pola sikapnya dapat dilihat pada kecendrungan perilakunya sehari-hari seperti : sholat nggak, puasa ogah, ngaji islam ah apalagi, pacaran ok, onani- masturbasi dijadikannya hobbi, ngerokok jago, narkotika temen setia, dugem (dunia gemerlap), karupsi akur, pokoknya maksiat jalan terus.

Nah begitu, jadi untuk ngukur kepribadian seseorang kudu melihat dua hal ini, yakni bagaimana pola pikir dan pola sikapnya. Kalo pola pikir sih bisa kita deteksi dari ungkapan mereka atau ketika kita ajak diskusi, sedangkan pola sikap bisa kita lihat secara tampak, pada perilaku dia sehari-hari. Tapi awas jangan tertipu oleh penampilan, bisa jadi penampakan mereka seperti anak santri, kemana-mana pake peci atau sarung, pake jilbab, tapi sebenarnya pikirannya busuk.  Mereka lakuin itu semua hanya untuk menutupin dirinya untuk cari perhatian orang lain. Kesimpulannya, pakaian, wajah, kedudukan, jabatan, semua itu bukan ukuran bahwa seseorang itu memiliki kepribadian sejati.

Penyebarannya?

Sangat mudah, tidak harus dengan hubungan intim atau jarum suntik seperti penyebaran HIV AIDS, akan tetapi dapat menular secara langsung melalui perilaku, lisan seseorang maupun setelah melihat media cetak dan elektronik seperti televisi, radio, buku, majalah, koran, de el el. yang dipromosikan oleh temen-2nya setan (yakni: artis, model, bintang sinetron, presenter /pemandu acara, anak band sekuler)

Ketika seseorang tidak memiliki anti virus di dalam pikirannya (pemikiran islam yang jernih) virus ini akan masuk dan akan menggerogoti pemikiran tanpa dia sadari, dan lambat laun akan menggkristal menjadi pemikiran SEKULER. Pada faktanya dinegeri ini sudah banyak orang yang tertular virus ini (sekuler), baik pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, pejabat bahkan sampai pada orang yang katanya ngerti agama (ulama). Oleh karena itu Waspadalah! Virus akan menyerang siapa saja yang lemah iman.

Mencegah dan Memberantas

Untuk mencegah agar tidak menjadi penyakit kronis, maka perlu dilakukan upaya yang serius. Pertama, kalian kudu sadar dan negerti diri dulu bahwa sedang tertular virusnya, artinya kalian harus kudu deteksi diri sendiri dengan cara merenung, dan coba pikirkan beberapa pertanyaan berikut ini, dari mana sebenarnya aku? Kenapa berada di dunia ini? Untuk apa ya aku berada di dunia ini? Apakah aku selamanya berada didunia ini? Atau mau kemana aku nanti setelah mati?

Kalo kita coba merenungkan semua pertanyaan tersebut, dan mencoba menjawab dengan cara berfikir secara mendalam dan cemerlang yakni dengan cara mengaitkan apa yang bisa kita indera di sekeliling kita (alam semesta, manusia dan hidup) insya Allah, akan muncul kesadaran bahwa sebenarnya kita ini di ciptakan oleh Allah dan diutus ke dunia ini hanya untuk mengabdi kepada-Nya, dan tentunya kelak kita akan kembali kehadapan-Nya untuk mempertanggung jawabkan semua apa yang udah kita lakuin selama hidup di dunia, dengan demikian berarti kalian udah ngerti hakikat hidup sebenarnya.

Kedua, Karena virus ini berupa pemikiran (sekuler) maka anti virusnya juga harus dengan pemikiran (pemikiran islam yang jernih), maksudnya setelah kalian sadar harus membersihkan pikiran kita dengan cara menggantinya dengan pemikiran islam secara bertahap dan terus menerus, hal ini bisa dilakukan dengan cara membina diri secara intensif (rutin) atau bergabung pada kelompok kajian keislaman, organisasi da’wah yang memang mampu merubah pemikiran kita. Coba renungkan firman Allah berikut : “Allah tidak akan merubah diri kita, kalau bukan diri kita sendiri yang mau merubahnya (al Isra ; 11) ”. Artinya mau berubah atau tidak itu adalah pilihan kita, bukankah Allah SWT telah memberikan kita bekal berupa akal untuk menentukan jalan yang harus kita tempuh.

Ketiga, Agar perubahannya lebih cepat dan efektif, kalian harus turut berjuang agar virus ini tidak menyebar lebih luas lagi kepada orang lain, artinya kita harus menyalurkan pemikiran kalian kepada orang lain. Dengan demikian kalian akan terus terpacu untuk meningkatkan kualitas diri untuk menjadi yang terbaik.

Keempat,  sebenarnya yang paling berperan untuk mengatasi virus ini adalah negara, gimana bisa? La iya la, coba ingat ketika helm standar tidak diwajibkan, hanya sebagaian kecil masyarakat yang sadar dan mau menggunakannya, tapi ketika negara mengatakan semuanya harus pake, serta merta kita peke helm, bahkan ada yang rela ngutang untuk beli helm asal enggak ditilang polisi, kan efektif. So, begitu juga dengan virus ini.

Tapi pada faktanya negeri ini juga terserang virus sekuler, coba lihat bagaimana pemerintah melegalkan pabrik minuman keras dengan pertimbangan pajaknya besar sebagai pemasukan kas negara, diskotik dimana-mana sehingga membuat remaja doyan dugem (dunia gemerlap), aksi pornoaksi dan pornografi dibiarkan tumbuh subur dengan alasan kebudayaan, pergaulan bebas dibolehkan bahkan pemerintah menyediakan ATM Kondom bagi remaja agar mereka dapat berzina dengan aman.

Kesimpulannya kita tidak akan terserang virus sekuler ini, ketika kita secara pribadi memiliki anti virus, yakni bersyaksiah Islamiyah (memiliki kepribadian islam), perilaku masyarakat yang mau mematuhi sistem pergaulan dalam islam, dan yang paling penting adalah negara yang mau melindungi masyarakat dengan cara menerapkan islam secara kaffah (secara menyeluruh) baik dalam urusan ibadah, pengaturan interaksi masyarakat, ekonomi, pendidikan, hukum, politik, kebudayaan de el el, yakni negara islam “Daulah Khilafah Islamiyah”. Marilah berjuang untuk menegakkannya. Allahuakbar. Wallahu a’lam.(ah) By : Abdul Haris, S.Pd

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    diambil dari artkel cemut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s